Candi Borobudur
Wisata Candi

Candi Borobudur: Candi Yang Ramai Dikunjungi Para Wisatawan

Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan terbesar di dunia. Candi ini dibangun pada abad ke tujuh. Bentuk keseluruhan bangunan candi menyerupai bunga teratai atau lotus yang dimna bunga yang dianggap suci oleh umat Buddha. Candi yang berlokasi di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang ini dikelilingi oleh gunung-gunung, yaitu Gunung Merbabu yang berada di sebelah timur, Gunung Merapi yang berada di sebelah barat laut, Gunung Sumbing yang berada di sebelah selatan, dan Gunung Sindoro yang berada di sebelah utara.

Kata dari nama Borobudur diambil dari kata Boro yang artinya kuil atau candi, dan Budur yang maksudnya bukit. Maka Borobudur artinya candi di atas bukit. Penamaan ini disebutkan pertama kali oleh tokoh Sir Thomas Stamford Raffles di dalam bukunya hasil tulisanya yang berjudul Sejarah Pulau Jawa.

Candi Borobudur
Candi Borobudur

Pendiri Candi Borobudur adalah Raja Mataram Kuno pada masa Dinasti Syailendra yang bernama Samaratungga pada tahun 824 M. Beberapa sejarawan menduga bahwa candi borobudur ini dulunya adalah biara Buddha. Dalam Bahasa Sansekerta disebut (Vihara Buddha Uhr) yang berarti (Biara Buddha di Bukit), dan kemudian dinamakan sebagai Borobudur.

Luas area candi borobudur berukuran 123 x 123 meter dan  didirikan di tengah-tengah danau purba. Lama kemudian danau itu tertimbun endapan lahar dari gunung-gunung di sekitarnya dan akhirnya menjadi dataran. Pada akhir abad ke-8, Raja Samaratungga membangun Candi Borobudur dengan memerintahkan seorang arsitek yang bernama Gunadharma untuk membangun sebuah candi hingga selesai.

Waktu terbaik untuk masuk ke kompleks candi Borobudur adalah pagi hari. Pintu dibuka mulai pukul 6 pagi. Keindahan pemandangan pegunungan yang mengelilinginya terlihat jelas meski terkadang kabut menyelimutinya hingga pukul 8 pagi. Wisatawan berjalan sejauh 500 meter ke dasar bukit lalu menanjak sedikit untuk mencapai kaki candi. Untuk menyaksikan matahari terbit maka Anda bisa menggunakan mobil pribadi atau bermalam di hotel-hotel di kawasan candi Borobudur.

Akses Menuju Ke Candi Borobudur

wisatawan bisa naik angkutan umum yang ada disana. Naiklah bus atau mini bus dari terminal karena perjalanan ke candi borobudur sangat mudah dengan angkutan umum saja. Ada juga jenis angkutan bus kecil yang perjalanan langsung dari Yogya ke Borobudur. Bus yang paling familiar bernama Cemara Tunggal, ongkosnya kurang lebih Rp. 12.000 sekali jalan setelah itu Anda turun di Candi Mendut. Setelah itu Anda bisa jalan menggunakan jasa angkutan seperti kuda untuk menuju Candi Pawon. Candi Pawon dan Candi Borobudur hanya berjarak sekitar 300 meter saja.

Harga Tiket Masuk ke Candi Borobudur

Tarif Masuk Kompleks Taman Wisata Candi Borubudur berbeda untuk wisatawan lokal ataupun manca negara.

  • Untuk Wisatawan Asing: Dewasa Rp. 280.000,
  • Pelajar/Mahasiswa Rp. 110.000 (dengan menunjukkan ID pelajar),
  • Wisatawan Lokal: Dewasa Rp. 30.000

Aktifitas di Candi Borobudur

Berkunjunglah ke Borobudur di saat Festival Waisak. Festival ini banyak mengundang pengunjung dan peziarah. Anda bisa mencari tahu agenda pariwisata Candi Borobudur sebelumnya dari Dinas Pariwisata Magelang atau DI Yogyakarta.

Jika anda memilih untuk berjalan-jalan di sekitar candi pilihan menyewa motor selama berada di kawasan sekitar Borobudur akan. Misalnya Bukit Punthuk Setumbu atau Puncak Suroloyo. Biaya sewa sepeda motor rata-rata adalah Rp. 50.000 – Rp. 70.000 per 12 jam.

Atau anda juga bisa berfoto mengabadikan moment dengan teman, keluarga atau bahkan bercengkrama dengan para turis manca negara disana.

Demikianlah artikel tentang candi Borobudur, semoga artikel ini dapat membantu anda saat akan berlibur ke Candi Borobudur. Sekian dan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *